
Pernyataan Mengejutkan dari Teheran
Otoritas Iran baru-baru ini mengumumkan rencana untuk “mengencerkan” kadar uranium yang diperkaya hingga 60 persen, namun dengan syarat Amerika Serikat mencabut semua sanksi yang ditujukan kepada negara tersebut. Pernyataan ini menjadi sorotan global setelah dilanjutkannya perundingan nuklir antara Iran dan AS pada 6 Februari lalu, yang terhenti akibat perang Iran-Israel tahun lalu.
Latar Belakang
Pernyataan ini disampaikan oleh Mohammad Eslami, kepala badan energi atom Iran, melalui kantor berita resmi IRNA News Agency pada Senin (9/2). Menurut Eslami, langkah pengenceran uranium tergantung pada pencabutan sanksi AS sebagai imbalannya. “Sebagai kesimpulan, Iran siap untuk mengencerkan kadar uranium yang telah diperkaya hingga 60 persen, tetapi ini tergantung pada pencabutan semua sanksi,” demikian dilaporkan IRNA.
Fakta Penting
– Kadar uranium 60 persen adalah tingkat yang tinggi, meskipun masih jauh dari tingkat 90 persen yang diperlukan untuk membuat senjata nuklir.
– Perundingan nuklir terbaru dilanjutkan setelah terhentinya proses sebelumnya akibat konflik antara Iran dan Israel.
– Pencabutan sanksi AS menjadi kunci dalam perjanjian ini, dengan Teheran menuntut pengakuan internasional atas program nuklirnya.
Dampak
Pernyataan ini membuka peluang baru untuk solusi diplomatik dalam konflik nuklir Iran. Namun, sejumlah analis menyoroti potensi ketidakpastian, mengingat riwayat AS dan Iran yang penuh dengan ketegangan.
Penutup
Dengan menawarkan pengenceran uranium, Iran menunjukkan sikap yang lebih terbuka, namun tetap mempertahankan posisinya sebagai negara yang berhak mengembangkan energi nuklir. Bagaimana AS akan merespons tawaran ini menjadi kunci dalam menentukan masa depan perundingan ini.











