
Paragraf Pembuka
Pelatih Como, Cesc Fabregas, mengecam keras Alvaro Morata setelah bomber tersebut mendapat kartu merah karena terpancing emosi saat melawan Fiorentina di Serie A. Aksi Morata yang tidak terkontrol tidak hanya menyulitkan rekan setimnya, tetapi juga merugikan peluang tim untuk meraih poin.
Analisis Mendalam
Morata mendapat dua kartu kuning dalam waktu kurang dari menit di pengujung pertandingan. Kartu pertama diberikan pada menit ke-88 setelah terlibat insiden dengan Rolando Mandragora. Namun, semenit kemudian, Morata kembali menerima peringatan setelah menanduk Luca Ranieri, yang akhirnya membuatnya dikeluarkan dari lapangan.
Menurut data liga, Morata telah menjadi sorotan karena sikap emosionalnya di lapangan. Ini bukan kali pertama ia mendapat hukuman keras karena perilaku tidak terpuji. Fabregas menilai bahwa Morata perlu belajar menahan diri agar tidak mengganggu performa tim.
Statistik Kunci
– 2 kartu kuning dalam waktu singkat
– 1 tendangan keras yang mengakibatkan kartu merah
– 1-2: Skor akhir pertandingan yang merugikan Como
Pandangan Pelatih
Fabregas tidak menyembunyikan kekecewaannya dengan aksi Morata. “Jika Anda tidak bisa mengontrol emosi Anda, jangan main bola,” ujarnya tegas. Pelatih asal Spanyol ini juga menegaskan bahwa Morata harus mempelajari kembali dasar-dasar permainan sepak bola.
Penutup
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa disiplin adalah kunci utama dalam sepak bola. Morata perlu menunjukkan perubahan nyata jika ingin kembali menjadi andalan tim. Sementara itu, Fabregas diprediksi akan lebih fokus membangun mentalitas yang lebih matang di skuat Como.











