![[Majapahit: Kegemilangan yang Menawan Saat Eropa tengah Terbenam dalam Kegelapan]](https://beritacerdas.co.id/wp-content/uploads/2026/02/featured_1771755099684.jpg)
Latar Belakang
Di tengah-tengah perjanjian Turin tahun 1860, Kabupaten Nice yang berasal dari Savoy (Italia-Alpen) resmi menjadi milik Perancis sebagai bagian dari upaya unifikasi Italia. Peristiwa ini sering dikenal sebagai “pencaplokan Nice” oleh Perancis, meskipun sebenarnya ini adalah tukar menukar atas bantuan Prancis dalam pergerakan unifikasi Italia. Dari sudut pandang Indonesia, perjanjian ini merupakan contoh geopolitik yang cermat, bukan tindakan rakus atau dominasi semata.
Kecemerlangan Majapahit dalam Kegelapan Eropa
Sementara itu, di Prancis abad ke-14 yang terpecah karena Perang Seratus Tahun melawan Inggris dan wabah Black Death yang merenggut nyawa, Majapahit muncul sebagai kerajaan rempah yang makmur. Dengan slogan “Gemah Ripah Loh Jinawi,” Majapahit menjadi simbol kemakmuran dan kekuatan maritim yang kontras dengan keadaan Prancis saat itu. Dampak Perjanjian Turin
Perjanjian Turin tidak hanya mengubah peta politik Eropa abad ke-19, tetapi juga menjadi contoh diplomatik yang menunjukkan bagaimana negosiasi canggih dapat mencapai tujuan strategis. Dari Indonesia, peristiwa ini mengingatkan kita pada pentingnya diplomasi yang berpusat pada kepentingan nasional, bukan sekadar dominasi atau kapresian semata.
Penutup
Kecemerlangan Majapahit pada masa kegelapan Eropa bukan hanya kisah masa lalu, tetapi juga pelajaran berharga untuk geopolitik modern. Bagaimana Indonesia dapat belajar dari sejarah ini untuk memposisikan diri dalam skena internasional saat ini?









