
Leads
mahkamah pidana internasional (ICC) mulai menggelar sidang praperadilan pada Senin (23/2) untuk menentukan nasib mantan Presiden Filipina rodrigo duterte. Sidang ini akan memutuskan apakah Duterte harus diadili atas kejahatan terhadap kemanusiaan terkait kampanye anti-narkoba brutal yang berlangsung saat dirinya menjabat.
Latar Belakang
Sidang yang disebut “konfirmasi dakwaan” ini berlangsung selama empat hari di pengadilan Den Haag, Belanda. ICC akan menilai apakah cukup bukti untuk melanjutkan proses persidangan terhadap Duterte. Mantan presiden berusia 80 tahun tersebut tidak hadir dalam sidang setelah ICC mengabulkan permintaan tim pembelanya untuk mengesampingkan haknya hadir, meskipun hakim memutuskan bahwa Duterte seharusnya berpartisipasi langsung.
Fakta Penting
– Sidang praperadilan ini merupakan langkah penting dalam proses hukuman internasional terhadap Duterte.
– Kampanye anti-narkoba Duterte selama masa jabatannya dituding telah menyebabkan ribuan kematian, termasuk eksekusi tak resmi yang mengejutkan.
– Keputusan ICC dalam sidang ini akan menjadi tonggak penting dalam upaya keadilan internasional.
Penutup
Hasil sidang ini tidak hanya akan menentukan masa depan hukuman Duterte, tetapi juga akan memberikan ikhtisar penting tentang tanggung jawab internasional terhadap pelanggaran kemanusiaan. Dengan tidak hadirnya Duterte, sidang ini menjadi uji coba bagi ICC dalam menjalankan proses hukum yang adil dan transparan.











