Berita  

Dari Barang Bekas Jadi Alat Musik, Drum Rakitan Hibur Anak-anak Gaza – Update 2

Dari Barang Bekas Jadi Alat Musik, Drum Rakitan Hibur Anak-anak Gaza - Update 2
Dari Barang Bekas Jadi Alat Musik, drum rakitan Hibur Anak-anak Gaza – Update 2

Latar Belakang
Gaza, Palestina – Dalam situasi yang penuh tekanan di Khan Younis, Gaza, seorang musisi muda bernama Hussam Qassem berhasil menjadi sumber harapan bagi anak-anak pengungsi. Dengan drum yang dirakit dari barang bekas, dia menghibur mereka dan memberikan pelipur lara di tengah kekerasan perang.
Fakta Penting
Hussam Qassem, musisi muda yang berusia 25 tahun, menghabiskan waktu luangnya untuk merakit drum dari barang-barang yang biasanya dibuang. Alat musik ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi simbol kekuatan dan harapan bagi anak-anak yang terpungki di kamp pengungsi. “Saya ingin memberikan senyum kepada mereka, meskipun hanya sebentar,” ujar Hussam dalam wawancara terpisah.
Dampak
Upaya Hussam tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan. Anak-anak yang terlibat dalam aktivitas musik ini menunjukkan peningkatan suasana hati dan rasa aman. Beberapa orang tua bahkan mengungkapkan bahwa musik yang dibawakan Hussam menjadi jalan keluar dari kebisingan perang.
Penutup
Drum dari barang bekas yang dirakit oleh Hussam Qassem bukan hanya alat musik biasa, tetapi juga menjadi cerita inspiratif tentang bagaimana seni dan kreativitas dapat mengatasi keterbatasan. Di tengah konflik yang berkepanjangan, Hussam dan drum-rakitannya menjadi simbol harapan yang tidak terlupakan untuk anak-anak Gaza.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *