
BPJS Kesehatan terus memperkuat kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mendukung pemerataan akses layanan kesehatan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk memastikan prajurit TNI dan keluarganya memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas hingga ke wilayah terpencil dan perbatasan.
Hal itu disampaikan Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito dalam kegiatan Rapat Koordinasi Teknis Kesehatan TNI Tahun Anggaran 2026.
Prihati mengungkapkan, hingga 1 Maret 2026 jumlah peserta JKN telah mencapai 284,69 juta jiwa. Dari total tersebut, sebanyak 1,48 juta jiwa merupakan prajurit TNI beserta anggota keluarganya yang telah terdaftar sebagai peserta JKN.











