
Latar Belakang
Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (Hima Persis) mengecam keras aksi kekerasan yang terjadi di Kwitang, Jakarta Pusat, yang menewaskan dua orang dan meninggalkan dua kerangka manusia yang tidak teridentifikasi di lokasi kejadian. Satu bulan setelah insiden tersebut, Polda Metro Jaya dan RS Polri Kramat Jati akhirnya mengonfirmasi identitas kedua korban sebagai Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputeradewo.
Fakta Penting
“Identifikasi ini menjadi kabar baik bagi keluarga korban yang selama ini menanggung beban psikologis akibat kehilangan anggota keluarga tanpa kejelasan,” ujar Ketua Hima Persis Sholahudin. Ia juga menambahkan bahwa penegakan hukum yang dilakukan harus profesional dan akuntabel, sebagai bentuk keadilan yang layak diterima masyarakat.
Dampak
Ketetapan identitas kedua korban ini tidak hanya mengakhiri masa penantian keluarga, tetapi juga menunjukkan komitmen negara dalam menegakkan hukum dan memberikan kepastian hukum kepada korban. Namun, Hima Persis juga menekankan pentingnya penyelidikan yang lebih menyeluruh untuk memastikan bahwa tidak ada pihak yang terlibat dalam aksi kekerasan tersebut yang terlepas dari hukuman.
Penutup
Dengan pengakuan identitas ini, masyarakat diharapkan dapat membangun kepercayaan terhadap institusi penegak hukum. Namun, Hima Persis menyerukan agar investigasi lanjutan dilakukan untuk memastikan kebenaran dan keadilan yang lebih luas.
“`











