
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten melakukan surveilans atau pemantauan kasus campak di wilayahnya yang mengarah pada Kejadian Luar Biasa (KLB). Sampai saat ini telah ditemukan lebih dari 2.000 suspek campak.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Provinsi Banten Ati Pramudji Astuti mengatakan, pada 2025, terdapat sekitar 6.000 suspek campak. Dari angka tersebut, sekitar 510 kasus dinyatakan positif campak.
“Berbekal dari situ, otomatis kita menganggap ini mengarah ke KLB (Kejadian Luar Biasa). Maka kita harus antisipasi di tahun 2026. Sejak Januari kemarin kita sudah mempersiapkan, dan dari data yang masuk sampai dengan Maret, dengan surveilans aktif kembali yang terus kita lakukan sampai di level puskesmas, diperkirakan sudah ada 2.000 lebih yang suspek,” kata Ati di Kota Cilegon, Jumat (13/3/2026).











