
Militer Amerika Serikat (AS) tidak berniat untuk mengurangi serangannya terhadap Iran, setelah operasi besar-besaran yang diluncurkan sejak Sabtu (28/2) waktu setempat. Gelombang serangan yang dilancarkan AS bersama dengan sekutunya, Israel , telah menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei .
“Kami memang mengatakan besar sekali, dan kami bersungguh-sungguh,” kata juru bicara Komando Pusat AS (CENTCOM), Kapten Tim Hawkins, seperti dilansir Al Arabiya , Senin (2/3/2026).
CENTCOM yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, mengatakan pada Sabtu (28/2) bahwa Presiden Donald Trump memerintahkan operasi militer, yang disebut Operasi Epic Fury, untuk membela warga Amerika dengan menghilangkan ancaman yang ditimbulkan oleh rezim Iran.









