
Latar Belakang
Gelaran medali spectacular carnival (MSC) 2026 di Desa Medali, Puri, Mojokerto, menjadi sorotan kontroversi akibat penggunaan 32 sound horeg yang beroperasi dari sore hingga subuh. Acara ini tidak hanya menarik perhatian wisatawan, tetapi juga memicu kritikan keras dari warga lokal yang merasa dampak negatif akibat kebisingan.
Fakta Penting
Kepala Desa Medali Miftahuddin mengakui adanya insiden kerusakan plafon rumah warga akibat suara keras dari sound horeg. Namun, dia menegaskan bahwa kerusakan tersebut hanya sedikit dan tidak merusak struktur bangunan secara menyeluruh. “Plafon yang rontok karena faktor usia material, bukan sepenuhnya karena suara keras,” jelasnya.
Dampak
Warga Desa Medali merasa khawatir dengan dampak jangka panjang dari kebisingan akibat sound horeg. Banyak yang mengeluhkan gangguan tidur dan stres akibat suara keras yang berlangsung sepanjang malam. Meski demikian, Pemerintah Desa Medali menjanjikan langkah-langkah untuk meminimalkan dampak negatif di masa depan.
Penutup
Kontroversi Karnaval MSC Mojokerto menunjukkan pentingnya keseimbangan antara gelaran budaya dan kualitas hidup warga. Acara serupa di masa depan perlu lebih memperhatikan dampak sosial dan lingkungan untuk menghindari konflik serupa.
“`











