Berita  

Prabowo Dapat Minta Maaf dari Walkot Denpasar atas Pernyataan BPJS PBI yang Menyebabkan Kontroversi

Prabowo Dapat Minta Maaf dari Walkot Denpasar atas Pernyataan BPJS PBI yang Menyebabkan Kontroversi
Prabowo Dapat Minta Maaf dari Walkot Denpasar atas Pernyataan BPJS PBI yang Menyebabkan Kontroversi

[Isi pertama dengan format yang diminta]
Variasi 2:
Judul: Walkot Denpasar Minta Maaf ke Prabowo, Akui Keliru Pernyataan soal BPJS PBI
Isi: [Isi kedua dengan format yang diminta] Hasil Pelatihan:
Variasi 1:
Judul: Walkot Denpasar Minta Maaf ke Prabowo, Akui Keliru Pernyataan soal BPJS PBI
Isi:
wali kota denpasar I Gusti Ngurah Jaya Negara mengklarifikasi penyataannya tentang penonaktifan Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan (JK). Jaya Negara juga menyampaikan permohonan maaf.
Dilansir detikBali, Minggu (15/2/2026), Jaya Negara sempat menyebut penonaktifan PBI JK terhadap 24.401 penerima manfaat PBI Desil 6-10 di Kota Denpasar merupakan perintah Presiden Prabowo Subianto. Namun, Jaya Negara mengaku keliru dan menyatakan bahwa aturan yang dimaksud seharusnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2025 tentang Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Latar Belakang:
Penonaktifan PBI JK di Kota Denpasar menimbulkan kontroversi setelah pernyataan Jaya Negara yang menyinggung nama Presiden Prabowo Subianto. Wali Kota mengklarifikasi bahwa maksudnya adalah menerapkan Inpres Nomor 4 Tahun 2025 untuk meningkatkan akurasi data penerima manfaat.
Fakta Penting:
– Jumlah penerima manfaat PBI Desil 6-10 yang terdampak: 24.401 orang.
– Aturan yang seharusnya diterapkan: Inpres Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN.
– Tujuan Inpres: Meningkatkan akurasi data untuk penyaluran bantuan yang lebih efektif dan efisien.
Dampak:
Klarifikasi ini diharapkan dapat menghilangkan polemik dan memastikan penerapan kebijakan yang lebih transparan. Wali Kota juga meminta maaf atas kesalahpahaman yang terjadi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *