
Latar Belakang
Kemunculan narasi kontroversial dari alumni LPDP, Dwi Sasetyaningtyas, yang menyatakan “cukup saya yang WNI, anak jangan,” telah menjadi sorotan publik. Pernyataan ini tidak hanya meremehkan identitas nasional, tetapi juga melupakan jasa negara yang telah membiayai pendidikannya selama bertahun-tahun.
Fakta Penting
LPDP, lembaga di bawah Kementerian Keuangan yang bertanggung jawab mengelola dana abadi untuk pendidikan, menjadi sorotan karena dianggap gagal menanamkan jiwa nasionalisme pada para penerima beasiswa. Dwi Sasetyaningtyas, yang menerima beasiswa LPDP, menjadi simbol dari krisis nasionalisme yang sedang melanda.
Dampak
Kejadian ini menunjukkan bahwa investasi negara dalam pendidikan tidak hanya mengharapkan hasil akademik, tetapi juga loyalitas dan cinta tanah air. Krisis nasionalisme ini dapat mengancam cita-cita nasional untuk mencetak generasi yang berjiwa patriot.
Penutup
Narasi Dwi Sasetyaningtyas menjadi pertanda bahwa LPDP perlu merevaluasi program pendidikan dan pengembangan karakteristik nasionalisme. Tanpa perubahan signifikan, investasi negara dalam pendidikan mungkin hanya akan menjadi angan-angan belaka.









